Menginjakkan Kaki di Atas Gunung Andong 1726 masl - Komputer Blog

Menginjakkan Kaki di Atas Gunung Andong 1726 masl

Rabu 24 Mei 2017 pukul 20.30 WIB. Malam itu setelah 1 jam menempuh perjalanan dari kos akhirnya aku sampai di rumah. Motor belum aku matikan kaki baru saja turun dari motor tiba-tiba kakakku yang dari Pemalang mengatakan "Ayo Mad melu muncak Andong". Pertama kali yang aku pikirkan adalah "males ah capek". Belum masuk ke rumah sudah dapat ajakan untuk muncak ke gunung Andong yang dimana aku belum pernah sekalipun melakukan pendakian gunung. Aku tolak mentah-mentah beriringan dengan langkah kakiku memasuki rumah.
[jalalkun.com] Sunrise di Gunung Andong

Kegiatan wajib setelah sampai di rumah yaitu makan, ya makan gratis di rumah tanpa harus membayar 1 rupiah pun. Makan sambil berfikir ikut atau tidak ajakan untuk muncak. Setelah selesai menikmati makan malam aku tanya pada Umi, kalau menurut Umi ikut saja. Saat itu masih belum yakin untuk muncak. Ah ikut kumpul dulu dengan teman-teman dan saudara-saudara ku yang mau muncak. Jadi malam itu yang berencana muncak terdapat 6 orang. Adekku SMA, 2 orang kakak ponakan, dan 3 teman. Saat itu baru ada 3 orang di rumah, yang 3 orang masih perjalanan. Mereka berencana untuk muncak pukul 11 malam.
[jalalkun.com] Kedinginan di Gunung Andong
Hingga saat itu pun aku masih belum yakin untuk ikut. Namun dengan sedikit rayuan dan munculnya pikiran "ah sesekali ikut muncak, toh laptopku sedang rusak". Saat itu juga aku putuskan untuk ikut, tanpa persiapan apa pun.

Ngobrol bercanda sambil menunggu pukul 11, sebenarnya mataku sudah gak ngantuk namun karena nekat ngantuk nya kuat aku tahan. Pukul 11 kurang 15 menit aku mulai persiapan, pakai celana panjang dobel, bawa sarung pakai kaos panjang pakai jaket dan penutup kepala, tidak lupa pakai sepatu seadanya. Bawa air minum 1 liter dan tidak lupa isi bensin. Saat itu aku tidak tau apapun tentang mendaki gunung, persiapan apa saja yang harus dibawa.


Pukul 11 semua personil sudah kumpul, total 7 orang termasuk aku. Bekal yang dibawa hanya 4 liter air, 6 pack mie instan 1 renteng Energen, 1 renteng cocolatos, 1 renteng white coffe yang akhirnya hilang entah kemana. Persiapan yang sangat minim bagi pendaki. Tak ada tenda, hanya 1 buah matras yang hanya cukup untuk 1 orang.

Perjalanan menuju gunung Andong dimulai pada pukul 23.15 WIB. Memakan waktu sekitar 45 menit. Pukul 00.00 WIB sampai di lokasi dan melakukan pendaftaran untuk mendaki. Tanpa diduga-duga aku bertemu dengan teman yang sama-sama di PPMI Semarang, yaitu Tamam Loka Jaya dari Unwahas. Pertemuan yang tak direncanakan, dia membawa 13 anggota terdiri dari 10 cewek dan 4 cowok termasuk dirinya.

Pukul 00.15 WIB tanggal 25 Mei 2017. Perjalanan mendaki gunung Andong dimulai, terdapat 2 rute pendakian yaitu rute jalur Selatan dan jalur Utara. Jalur Utara menuju ke puncak alap-alap dan jalur Selatan menuju puncak Andong. Entah kenapa bisa dinamakan puncak alap-alap. Jalur Utara merupakan jalur yang ekstrim untuk mendaki gunung Andong, dan jalur Selatan lebih ringan dari jalur Utara itu informasi yang aku dapat. Kami memilih jalur Selatan yang lebih mudah, mengingat terdapat aku dalam rombongan.

Dalam perjalanan menuju 1726 masl (meters above sea level) pun dimulai. Melewati perkebunan sayur milik warga, memasuki hutan Pinus, melewati batuan terjal, jalan setapak yang dikelilingi semak belukar dan akhirnya sampai puncak. Perjalanan yang sulit untuk pemula seperti ku.

Terdapat 2 pos yang pertama di basecamp, yang kedua di setengah perjalanan. Di pos kedua terdapat tempat untuk beristirahat. Sebelum pos kedua terdapat tempat berhenti yang diberi nama Watu Pocong. Sebenarnya hanya beberapa batu besar yang digunakan untuk istirahat. Beberapa ratus meter sebelum mencapai puncak terdapat sumber mata air, yang katanya warga asli bagi yang meminumnya jodohnya akan didekat kan (aku sendiri tidak percaya), airnya saja yang sangat segar.

Perjalanan yang sangat panjang bagiku, akhirnya selesai. Waktu yang biasanya ditempuh kurang dari 1 hingga 1 1/2 jam, sedangkan waktu yang aku tempuh lebih dari 2 jam. Harap maklum pemula yang tidak pernah jalan jauh. Lebih dari 5 kali aku minta untuk istirahat dan 2x aku muntah dalam perjalanan. Perjalanan yang cukup menyiksa namun aku paksakan untuk terus melangkah. Malam hari yang sangat dingin di pegunungan, sangat dingin bagiku yang terbiasa di tempat panas.

Setelah sampai puncak sangat ramai dengan orang dan tenda-tenda. Mencari tempat untuk istirahat menunggu pagi. Dapat tempat istirahat yang agak miring, membuat beberapa gelas Energen dan coklat, tak lupa memasak mie instan. Makan mie instan langsung pakai tangan tanpa sendok atau pun yang lain. Menikmati mie instan dan Energen di puncak gunung Andong. Dingin udara yang luar biasa, jaket sarung tak cukup menahan dinginnya puncak gunung.

Perjuangan mendaki gunung Andong semuanya terbayar ketika Fajar menyingsing disusul garis kuning dari Utara hingga Selatan. Gunung Merbabu mulai terlihat gagah, gunung Telomoyo terlihat menjadi hijau dan gunung-gunung yang lain menampakkan keistimewaan masing-masing. Sangat indah ketika garis kuning semakin melebar ke atas, matahari mulai perlahan naik. Desa-desa dan sawah-sawah yang ada di kaki gunung sangat terlihat segar. Ditutupi kabut tipis dengan cahaya yang melewati celah-celah kabut. Sungguh keindahan alam yang memukau.

Semua perjuangan mulai terasa tak sia-sia. Rasa capek mulai hilang, rasa kantuk yang telah hilang diterpa angin. Semua penghuni tenda mulai keluar menampakkan diri mereka hanya untuk menikmati keindahan alam yang hanya bisa dinikmati dengan mendaki gunung. Meskipun gunung yang aku daki tergolong gunung yang pendek, namun keindahan yang begitu mempesona sangat memanjakan mata. Rasa penat perkotaan hilang dengan munculnya matahari kecil yang kian meninggi.
[jalalkun.com] Gunung merbabu dai kaki Gunung Andong

Berada di puncak hingga pukul 7.30 WIB 25 Mei 2017. Perjalanan turun dimulai, menuruni gunung lebih cepat, namun kaki yang begitu pegal mulai terasa. Kedua kaki terasa ingin patah ketika di kala itu. Beristirahat beberapa kali dan tak lupa berfoto demi mengabadikan perjuangan menikmati gunung Andong. Pukul 8.30 kami mulai meninggalkan basecamp pulang menuju rumah.

Pengalaman pertama yang sangat indah, tanpa persiapan namun sangat memuaskan. Aku merasa ingin melakukannya lagi.


Diberdayakan oleh Blogger.