Tempat Berjuang

Kamis, Maret 23, 2017 0 Comments A+ a-


UDINUS
Waktu kelas 2 di MAN Salatiga aku mulai tertarik dengan dunia komputer. Di rumah lebih sering bermain komputer ketimbang bermain keluar rumah. Meskipun lebih sering main game daripada belajar. Dulu waktu di pelajaran komputer mendapatkan materi tentang HTML, dan basic. Dan dari situ aku mulai tertarik dengan dunia komputer dan ingin mempelajari lebih dalam. 

Sejak waktu itu aku mulai menanyakan kuliah ke orang tua. Dan aku hanya diijinkan untuk kuliah di Semarang atau Solo. Sejak kecil aku mempunyai rasa ketertarikan dengan kota Semarang. Pada saat kelas 2 pun aku bertanya ke guru komputerku di MAN namanya pak Asrori. Beliau memberikan saran untuk kuliah di UDINUS, menurut beliah UDINUS merupakan kampus unggulan dalam bidang IT. Yah karena aku juga berkeinginan untuk menjadi programmer. Guru pelajaran PKN (bu Nazil) pun memberikan saran untuk kuliah di UDINUS, karena putra beliau juga alumni UDINUS dan sudah bekerja di suatu perusahaan di Semarang. Dan yang paling aku suka dari cerita beliau adalah, putranya kalau berangkat kerja tidak pernah menggunakan pakaian resmi ataupun seragam yang ribet.

Singkat cerita akhirnya aku mendaftar ke UDINUS, dan UDINUS merupakan satu-satunya tempat aku mendaftar kuliah. Berbeda dengan teman-temanku yang melakukan pendaftaran ke berbagai Universitas. Dari saran guru-guru dan mendapatkan ijin dari orang tua akhirnya aku mendaftar di UDINUS dan menjadi mahasiswa di sana.

Setelah menjadi mahasiswa aku merasa pas kuliah di UDINUS, dikarenakan UDINUS merupakan kampus berbasis teknologi dan kewirausahaan. aku minat dalam bidang teknologi terutama komputer, dan aku berminat untuk membuka usaha sendiri. Entah itu jasa pembuatan software atau pun yang lain. Aku selalu berfikiran kuliah harus mempunyai usaha sendiri. Tidak hanya menjadi karyawan, meskipun menjadi karyawan merupakan alternatif terakhir. Apalagi kuliah di kampus yang berbasis kewirausahaan, seharusnya lebih memikirkan untuk membuka usaha. Dengan membuka usaha aku bisa mengatur sendiri pola kerjaku, tanpa harus menggunakan seraga, tanpa pakaian resmi yang ribet dan tidak masalah jika harus menggunakan sandal.

Berasal dari sekolah yang bukan berbau teknologi dan sekarang kuliah di kampus berbasis teknologi dan kewirausahaan. Pada awalnya sangat susah mengikuti karena harus mempelajari kalkulus dan fisika. 2 Pelajaran yang aku hindari saat di MAN Salatiga. Dan aku harus menghadapinya sudah jauh-jauh ke Semarang jadi tidak boleh menyerah, dan akhirnya fisika dan kalkulus mendapat nilai pas-pasan. Banyak matakuliah yang aku kesulitan untuk mengikutinya. Namun banyak teman yang mau membantu belajar. Sebelum dan sesudan matakuliah sering kali kami berkumpul di masjid untuk belajar materi yang belum dipahami hingga mengerjakan tugas bersama.

Di awal-awal kuliah masih bingung mau fokus ke teknologi dalam bidang yang mana. Desktop kah atau mobile, bisa juga masuk ke website atau mungkin mau ke bidang Virtual Reality. Selama 4 semester kebingungan memilih fokus. Dan setelah semester 5 baru mulai mencoba fokus ke teknologi website.

Aku tidak boleh tertinggal dari teman-teman yang lain, yang mereka sudah punya fokus ke teknologi yang mereka minati. Bisa dibilang di semester 5 baru mulai website dari 0. Yaaa inilah pilihanku, jauh-jauh ke Semarang, sudah masuk ke UDINUS, kampus yang aku inginkan sejak di MAN. Di sini lah aku berjuang, Memperjuangkan masa depan, dan aku tidak boleh pulang dengan tangan kosong.

baca artikel ini hanya di http://www.jalalkun.com